Stats

Anda pengunjung ke:

free counters

eXTReMe Tracker

Share

Bookmark and Share

Wirausaha Kontak Jodoh Pasang Iklan Rumah Mobil Bekas

Donasi anda untuk jatipuro.net

Jatipuro Google Maps


View JATIPURO.NET in a larger map

Jatipuro Economic Review

Judulnya sih keren …kayak di program TV dan berita koran-koran….
Tapi Saya tidak akan membahas masalah programnya TV namun akan mencoba me Review Jatipuro dari segi Ekonomi.
Kalau dilihat dari demography warga Jatipuro saat ini,
mata pencaharian sebagai petani masih menduduki persentase tertinggi, artinya sebagian besar warga Jatipuro masih menggantungkan pendapatannya dari bercocok tanam, baik di sawah, ladang dan Kebun.
Pada golongan kaum petani ini, khususnya mereka yang menggarap sawah, yaitu di daerah Jatipuro dan sekitarnya, pendapatan perkapitanya tidaklah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Meskipun kalau dilihat dari ekonomi secara global untuk ukuran perekonomian pedesaan sudah terbilang cukup, terbukti hampir setiap rumah sudah ada motor bahkan lebih dari satu,rumah rumah penduduk yang sudah cukup bagus, tapi itu semua bukan di dapat dari hasil bertani melainkan dari hasil merantau ke kota.
Dari beberapa petani penggarap sawah, baik yang memiliki sawah garapan atau hanya buruh penggarap .

Dimana kesimpulannya adalah untuk saat ini kondisi petani memang berada pada kondisi yang lumayan kritis. Kenapa ???? ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini, al :

– Mayoritas dari petani sawah, menggantungkan sekali kepada kondisi curah hujan. Sehingga
hasil panen tidak bisa diprediksikan (tergantung kepada curah hujan). Khususnya dibeberapa
desa yang tidak/belum memiliki sarana irigasi yang bagus / bisa diandalkan untuk
mengairi sawah.
-Kurangnya irigasi sehingga petani harus menembus dinginya angin malam untuk mendapatkan air untuk mengaliri sawah,itupun harus bergantian untuk mendapatkan air
– Tingginya biaya produksi petani (biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan
untuk menanam satu komoditas )baik harga benih, pupuk maupun pemeliharaan sudah cukup tinggi.

Untuk menyiasatii hal di atas petani harus menggunakan pupuk buatan/kandang,selain menekan biaya produksi pupuk ini sangat baik untuk tanaman, karna masih ada biaya tambahan untuk membeli/sewa diesel air supaya lahanya tidak kekeringan yang berakibat gagalnya panen.

Masih banyak para petani yang setelah masa tanam mereka merantau ke kota kota besar untuk mencari tambahan penghasilan .
Fenomena tersebut, hampir dirasakan oleh semua petani penggarap sawah yang berada diwilayah Jatipuro, meskipun ada juga yang sukses karena bertani. Untuk kategori yang sukses ini boleh dibilang hanya sekian persen saja. Hal ini dikarenakan mereka mampu melihat peluang untuk mendiversifikasikan hasil taninya, spt menanam Cabai Keriting dan beberapa sayuran yang lain.

Tapi bagaimanapun hal ini tetap menjadi tanggung jawab bersama antara swasta dan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk mengembangkan beberapa komoditas yang memiliki potensi pasar yang cukup baik.
Jatipuro memang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar ,sehingga sudah ada investor yang menanamkan modalnya di sini dengan sudah adanya dua pabrik besar tepung tapioka (Tepung Singkong) yaitu di Dusun Keron Jatisobo dan Mloko legi/Klerong Jatisobo,Hal ini tentunya akan bisa meningkatkan PDB (Product Domestic Bruto) warga Jatipuro. Selain itu salah satu komoditas yang mungkin bisa lebih dikembangkan lagi adalah adalah tepung maizena (Tepung Jagung),Mudah mudahan akan ada lagi investor yang menanamkan modalnya di sini untuk pembuatan pabrik Tepung Maizena (Tepung Jagung).
Dengan begitu luasnya area yang bisa ditanami untuk kedua jenis komoditas ini (Singkong dan Jagung), kemungkinan besar akan bisa mensuplai kebutuhan akan kedua tepung tersebut.

Hal ini tentu saja akan berdampak sangat positif, khususnya bisa mengurangi angka pengangguran dan meminimalisasi jumlah urbanisasi ke daerah perkotaan.
Dan yang paling penting adalah memacu kreativitas petani untuk melakukan diversifikasi hasil pertaniannya yang bisa membawa petani keluar dari garis kemiskinan / pra sejahtera.

Semoga hal ini bisa terwujud, walaupun tidak secepatnya. Namun harapan itu akan selalu ada untuk bisa membangun Jatipuro menuju Sejahtera. Amin

2 comments to Jatipuro Economic Review

Leave a Reply

  

  

  


You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>